Beredar Video Syahganda Kritik Gibran, PSI Ingatkan Tugas Baru Kepala Bakom
By Admin

Syahganda Nainggolan Saat Dilantik/ Dok. Setpres
nusakini.com, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi beredarnya kembali video lawas Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan. Respons tersebut disampaikan merespons polemik di publik menyusul pelantikan Syahganda oleh Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (06/10/2026).
Video yang kembali viral tersebut berisi kritik tajam Syahganda terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sekitar tiga pekan lalu. Dalam tayangan siniar bersama Refly Harun, ia sempat mendesak agar figur pendamping presiden tersebut mengundurkan diri dari jabatannya.
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menegaskan bahwa penunjukan posisi strategis Kepala Bakom sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Pihaknya menyatakan partai tidak memiliki wewenang sama sekali untuk mencampuri keputusan perombakan dalam struktur Kabinet Merah Putih.
Menurut Bestari, Syahganda kini memiliki kewajiban mutlak untuk menyuarakan program serta kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran ke ruang publik. "Kalau Pak Syahganda melampaui batas kewenangan yang diberikan oleh karena jabatan yang disematkan kepadanya, ya tentu yang bertanggung jawab Presiden," ujar Bestari.
Ia menambahkan bahwa seluruh pencapaian dan visi pemerintah kini harus menjadi fokus utama narasi sang Kepala Bakom. "Termasuk apa yang dikerjakan Wapres harus disampaikan secara benar oleh Syahganda," tuturnya mengingatkan konsekuensi logis jabatan tersebut.
Bestari juga menilai langkah istana ini sebagai bentuk penyadaran tidak langsung terhadap figur yang sebelumnya kerap melontarkan kritik. Berdasarkan catatan politiknya, Syahganda dahulu dikenal luas publik sebagai juru bicara kompetitor Prabowo, yakni Anies Baswedan, pada Pemilu 2019 silam.
Keputusan akomodatif ini dianggap sukses menunjukkan kebesaran jiwa seorang Presiden Prabowo dalam merangkul berbagai kekuatan lintas politik. "Namun Pak Prabowo memang jiwanya jiwa besar, membuka ruang kepada semua," pungkas Bestari mengakhiri keterangannya. (*)